seni-budaya

Komunitas Lepas Rantai Turut Meriahkan Malam Likoran Budaya Turun Temurun Warga Desa Lalang Jaya

penulis: Admin | 27 May 2019 19:58 WIB
editor:


Komunitas lepas rantai saat mempersiapkan
Komunitas lepas rantai saat mempersiapkan "likoran" di Desa Lalang (Fhoto Marsidi)

Belitung Timur, Kejarfakta.co - Komunitas lepas rantai turut memeriahkan Ramadhan dengan melestarikan budaya 'malam likoran'. Budaya ini merupakan budaya turun temurun yang dikenal sejak dulu.

Pemasangan likoran' ini dilakukan pada malam ke-21 puasa, atau menyambut malam Lailatul Qodar. Seperti kebiasaan di daerah seputar Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Di era berjayanya PT. Timah Tbk, warga biasanya mendapat bantuan solar dengan tingkat pembakaran kelas lll dari E.C (Electrische Centrale) yang dibangun perusahaan Belanda Biliton Maatschappij pada tahun 1909, bahan bakar yang disiapkan setiap harinya bisa menerangi likoran"Pelita" rumah rumah warga semanggar.

Ketua pelaksana kegiatan Risdianto yang akrab disapa bang Dedet mengatakan, sebelum Era tahun 2000'an kemeriahan Ramadhan juga diselingi dengan permainan permainan tradisional seperti,  perang perangan, sendetoman, lempar kaleng, sembunyek sembunyek an, (petak umpet), serta permainan dengan bambu yang dipotong pendek yang dikenal "Bedil/Meriam" biasanya berbahan bakar minyak atau karbit untuk menimbulkan suara dari bambu tersebut.

Pemasangan lampu pelita "likoran" tersebar disepanjang kiri dan kanan jalan di Desa Lalang, Kecamatan Manggar. (Fhoto Marsidi)

"Dengan dasar kemeriahan inilah, komunitas lepas rantai berusaha turut melestarikan salah satu budaya ramadhan yaitu 'likoran'. Pemasang likoran ini menggunakan botol bekas dan dipasang tersebar sepanjang jalan yang bertempat di kampung lalang, Desa Lalang, Kecamatan Manggar", kata Bang Dedet.

Pelestarian budaya ini diharapkan kata bang Dedet lagi, bisa menjadi kesan terutama pada anak anak.

"Rasa kemeriahan menyambut bulan ramadhan sudah seharusnya menjadi kebahagian umat muslim. Adapun pemasangan likoran' ini dimulai dari tanggal 25 Mei kemarin hingga berakhir  malam takbiran nanti", tandasnya. (Marsidi)

Tag : #Belitung Timur#Komunitas Lepas Rantai#Meriahkan Malam Likoran