news

Pengiriman Zirkon ke Kalimantan Dari Belitung Diduga Ada Rekayasa WIUP Zirkon

penulis: Admin | 30 April 2019 13:03 WIB
editor:


Diduga lokasi WIUP Zirkon saat wartawan dan LSM melakukan pemantauan. Selasa (30/4/2019, Siang. Foto : Marsidi.
Diduga lokasi WIUP Zirkon saat wartawan dan LSM melakukan pemantauan. Selasa (30/4/2019, Siang. Foto : Marsidi.

Belitung, Kejarfakta.co -Mencuatnya pengiriman pasir Zirkon ke Kalimantan dari Pulau Belitung, diduga ada rekayasa WIUP Zirkon. Senin 29 April 2019, tongkang bermuatan pasir Zirkon dari pelabuhan Tanjung Batu rencana akan diberangkatkan ke Kalimantan dengan muatan 1500(seribu lima ratus) ton, yang sebelumnya diperkirakan kurang lebih 2000(dua ribu) ton.

Setelah sejumlah wartawan dan LSM melakukan investigasi ke lokasi di Desa Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (30/4/2019) dugaan sementara lokasi wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) Zirkon tidak ditemukan ada aktifitas penambangan Zirkon.

Sebelumnya berdasarkan lampiran dokumen pengiriman Zirkon muatan Zirkon kurang lebih 2000(dua ribu) ton tersebut sudah dilakukan pembayaran pajak berdasarkan dokumen WIUP Zirkon dengan luas lebih kurang 15,62 hektar.

Menyikapi perihal tersebut kemudian sejumlah wartawan dan LSM mengkonfirmasi ke pihak terkait untuk mengetahui keberadaan lokasi WIUP Zirkon di Desa Kecamatan Sijuk. Setelah dilakukan pemantauan kelokasi yang dimaksud sayangnya belum ditemukan juga aktifitas penambangan Zirkon.

Publik menilai darimana sumber bahan baku yang dikirim dengan jumlah yang tidak sedikit. Apakah benar, bahan baku yang dikirim ke Kalimantan dengan jumlah kurang lebih 2000(dua ribu) ton tersebut didapat langsung dari WIUP Zirkon berdasarkan dokumen pengiriman.

Setelah wartawan dan LSM melakukan pemantauan Selasa 30 April 2019, kelokasi diduga WIUP Zirkon di Desa Kecamatan Sijuk tidak ada aktifitas penambangan.

Ketua LSM LINTAR ALI HASMARA kepada wartawan media ini Selasa 30 April 2019 siang, mengatakan darimana sumber bahan baku Zirkon yang dikirim sebanyak kurang lebih 2000(dua ribu) ton itu.

"Berdasarkan dokumen pengiriman pasir Zirkon yang akan dikirim ke Kalimantan itu didapat dari WIUP Zirkon di Desa Sijuk. Sementara setelah dilakukan pengecekan diduga sementara lokasi WIUP Zirkon ternyata tidak ada aktifitas penambangan Zirkon. Hanya ditemukan pengerjaan pondok dan bongkahan tumpukan pasir bukan tumpukan atau aktifitas penambangan zirkon", ujar Ali.

Dalam hal ini kami akan terus melakukan investigasi bersama sejumlah wartawan untuk menindaklanjuti terkait perizinan yang berhubungan dengan WIUP Zirkon.

"Wajar sekiranya publik menduga diduga ada rekaya izin untuk mempermudah pengiriman pasir Zirkon yang diduga kuat Ilegal", (Marsidi).

Tag : #Belitung#Babel#Pasir Zirkon