news

 Direktur CV Pemegang WIUP Belum Memastikan Apakah Sudah Pernah Melakukan Pengiriman Zircon Dari Belitong ke Kalimantan

penulis: Admin | 29 April 2019 18:45 WIB
editor:


Kades Sijuk, Kecamatan Sijuk, saat ditemui sejumlah wartawan dikantornya. Senin(29/4/2019) sore.
Kades Sijuk, Kecamatan Sijuk, saat ditemui sejumlah wartawan dikantornya. Senin(29/4/2019) sore.

Belitung, Kejarfakta.co - Pengiriman pasir zircon oleh perusahaan tertentu diperkirakan sebanyak lebih kurang 2000(dua ribu) ton, yang dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Batu, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, hari ini Senin 29 April 2019.

Terkait pengiriman pasir zircon sejumlah wartawan mengkonfirmasi ke Kepala Desa Sijuk, berdasarkan data yang diketahui pasir zircon yang dikirim sekitar kurang 2000(dua ribu) ton tersebut bersumber dari wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) salah satu CV Perusahaan di Desa Sijuk.

Kades Sijuk Nasri saat ditemui sejumlah wartawan di kantornya mengatakan tidak mengetahui apakah lokasi WIUP yang dimaksud sudah beroperasi ataupun sudah melakukan pengiriman.

"Memang lokasi yang dimaksud dokumen lokasi nya ada, dan juga izin pertambangan itu kan kewenangannya di Provinsi. Untuk beroperasi atau telah melakukan pengiriman saya tidak tahu, soalnya saya juga baru menjabat", kata Nasri, dihadapan sejumlah wartawan saat ditemui dikantornya. Senin (29/4/2019) sore.

Untuk lokasi wilayah pertambangan yang dimaksud lanjut Nasri, kalau tidak salah lokasinya di eks basrai, imbuhnya.

Kembali sejumlah wartawan meminta Kades Sijuk untuk menghubungi pihak perusahaan tambang zircon. Saat dihubungi Kades Sijuk melalui via handphone-nya selaku Direktur CV Perusahaan yang dimaksud mengatakan belum memastikan apakah sudah pernah melakukan pengiriman.

"Soal pengiriman nanti saya tanya dulu sama orang dilapangan", jawab Direktur CV Perusahaan ke Kades Sijuk, saat dihubungi melalui via handphone selulernya. Senin (29/4/2019) sore.

Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini dan sejumlah wartawan pihak Pelabuhan Bongkar Muat (PBM) Tanjungpandan sudah menerima dokumen surat setoran pajak daerah (SSPD). Adapun jenis pajak berupa mineral bukan logam dan batuan lainnya senilai Rp. 203.165.625,00(dua ratus tiga juta seratus enam puluh lima ribu enam ratus dua puluh lima rupiah).

Hingga berita ini dinaikkan kedua kalinya lokasi pertambangan zircon dengan luas lebih kurang 15(lima belas) hektar tersebut rencananya bakal disurvei secara bersama-sama dengan pihak terkait. (Marsidi)

Tag : #Pasir Zirkon#Beltung#Babel