news

Pemkab Belitung Turut Berduka Cita Atas Musibah Laka Laut Diperairan Pulau Lengkuas

penulis: Admin | 9 June 2019 01:30 WIB
editor:


Belitung, Kejarfakta.co - Dalam keterangan Pers Pemerintah Kabupaten Belitung menyikapi perihal laka laut yang terjadi di perairan sekitar Pulau Lengkuas pada hari Sabtu (8/6/19). sekira pukul 15.00.wib.

Untuk identitas korban yang dirawat dan di rujuk ke RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan sesuai dengan laporan pihak Polres Belitung.

Adapun untuk identitas sementara korban yang dirawat, Kienta (2,5), Rozali M. Zen (67) warga Air Sagak, Kecamatan tanjungpandan (Korban meninggal), Cici Herliani (34) warga Jalan pak tahau, Desa Air Sagak, Kecamatan Tanjungpandan, Merisyuniarti (16) warga Desa Air Sagak, dan Dea (16) warga Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan.

Kejadian tersebut sudah ditangani pihak Kepolisian Resort Belitung.

Polisi masih mendalami dugaan laka laut yang terjadi di sekitar pulau lengkuas, Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung. Sabtu (8/6/2019) sekira jam 15.00. wib, sore.

Dari informasi dihimpun awak media ini, terbaliknya sebuah sampan yang ingin menghantarkan penumpang dari Pulau Lengkuas menuju kapal wisata yang biasa membawa penumpang.

Dimana jumlah penumpang kurang lebih sekitar 25(dua puluh lima) orang, yang dikemudikan oleh 2(dua) orang ABK.

Kemudian, pada saat para penumpang sudah menaiki sampan tersebut dan sudah dalam posisi sampan berjalan kira kira sekitar 5(lima) menit di perjalanan menuju kapal wisata. Tiba tiba sampan yang memuat penumpang kurang lebih 25(dua puluh lima) yang dikemudikan oleh 2(dua) orang ABK tersebut tidak seimbang karena jumlah penumpang yang melebihi bobot maksimal sampan. Dan gelombang agak besar sehingga menyebabkan sampan terbalik, dan kemudian tenggelam beserta para penumpang dan ABK tersebut.

Akibat kejadian terbaliknya sampan tersebut yang menjadi korban sebagian penumpang yang telah di evakuasi mengalami perawatan di UGD RSUD Tanjung Pandan sebanyak 5(lima) orang yang salah satunya meninggal dunia.Dan korban lainnya dalam peristiwa tersebut mengalami trauma.

Adapun korban yang meninggal dunia Rozali (70 th), warga Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung . Sedangkan ke 4(empat ) korban lainnya sedang mendapatkan perawatan di RSUD Tanjungpandan.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, S.I.K, M.H,. saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan adanya kejadian peristiwa tersebut, namun pihak kepolisian Resort Belitung masih mendalami kejadian tersebut

“Betul, korban sudah di RSUD, kami masih selidiki, dan barang bukti sampan sudah diamankan’’, ujar Kapolres.

Sementara Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa, SH, S.IK,. seizin Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, S.IK, M.H,.saat dikonfirmasi media ini membenarkan peristiwa tersebut.

“Iya, tadi sore’’, tulisnya melalui pesan singkat via Whatsapp.

Berdasarkan informasi diatas Pemkab Belitung menyampaikan ungkapan turut berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalkan Rozali (67) warga Desa Air Sagak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, dan untuk korban lain yang masih dalam perawatan.

Pihak Pemkab Belitung memastikan semua korban akan ditangani dengan baik dan intensif untuk mendapatkan perawatan maksimal. Laporan terakhir bahwa korban dalam keadaan stabil dan dalam observasi lanjutan.

Dalam kesempatan ini perlu untuk bapak/ibu ketahui bahwa keseluruhan penumpang tersebut berangkat dari Tanjung Binga bukan Tanjung Kelayang (Pusat Kapal Wisata) dan tidak terdaftar sebagai anggota paguyuban perahu/kapal wisata setempat. Karena itu tidak memenuhi standar pelayanan dan keselamatan.

Kemudian untuk diketahui bahwa: otoritas kewenangan dilaut kini bukan menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Belitung lagi. Namun telah menjadi kewengan Pemprov Kepulauan Babel.

Untuk izin berlayar diterbitkan oleh KSOP dan saat ini terus dilakukan pendataan dan penertiban ijin tersebut.
Pemkab Belitung telah melakukan rapat koordinasi beberapa kali untuk persiapan pemberlakuan SOP (Prosedur Operasi Standar), bagi angkutan wisata laut di perairan Belitung.

Dimana salah satunya adalah menertibkan setiap kapal wisata yang tidak berijin dan memastikan semua standar terpenuhi. Khusus standar keselamatan dan pelayanan yang baik dan benar.

Pemkab Belitung hanya bisa mengatur sisi darat sebelum penumpang naik ke perahu. Kami sudah siapkan satu loket tiket untuk semua penumpang yang akan diresmikan pemberlakuannya pada awal September 2019 (sesuai rencana awal). Hal ini untuk menjaga kepastian harga sewa perahu/kapal yang sebelumnya telah teregister dan diverifikasi memenuhi standar keselamatan dan pelayanan. Dan perahu yang disediakan untuk direkomendasikan di loket penjualan tiket penyebrangan ini adalah perahu yang nahkodanya sudah berizin/Pass Kecil dan dilengkapi kotak P3K, papan nama nahkoda, pelampung keselamatan.

Dalam tahun ini pemkab Belitung juga akan menempatkan kapal Puskesmas air/ Ambulance terapung di tempat wisata. Ambulance darat juga disediakan di pinggir pantai bersama pos terpadu lainnya.

Keterangan Pers Pemerintah Kabupaten Belitung diatas tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung H.MZ. Hendra Cahya, SE, M.Si. (Marsidi)

Tag : #Belitung#Pulau Lengkuas#Babel