news

Begini Penjelasan di Duga Pihak Yang Membeli Lahan di Desa Jangkar Asam

penulis: Admin | 24 August 2020 16:08 WIB
editor:


Begini Penjelasan di Duga Pihak Yang Membeli Lahan di Desa Jangkar Asam
Begini Penjelasan di Duga Pihak Yang Membeli Lahan di Desa Jangkar Asam

Beltim, KejarFakta.co - Menyoal dugaan kisruh lahan yang diduga, dijual oleh pihak yang diduga telah diupayakannya dalam waktu sekian lama kepada pihak pembeli atau pihak kedua.

Diduga sebagai pihak yang membeli sebidang lahan tersebut, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat terbuka di Balai Desa Jangkar Asam, dirinya menyebutkan pada pertemuan tersebut bahwa sebidang lahan yang diupayakannya itu yang akan dibeli kepada pihak pengelola bahwa lahan tersebut pernah dikelola pihak tersebut, sebelum diupayakan untuk dijual kepada dirinya.

"Bahwa mereka pihak selaku anak dari almarhum telah sepakat akan menyerahkan sebidang lahan tanah warisan dari orang tuanya diwilayah dusun Gunong RT.13 Desa Jangkar Asam seperti yang tertulis dalam kesepakatan surat kuasa kedua pihak (bukan surat jual beli)", ujarnya dalam pertemuan rapat terbuka dibalai desa jangkar asam. Senin (24/08/2020).

Sementara dugaan lahan yang telah dia upayakan itu diduga masuk dalam wilayah IUP Tambang milik HPI dia menjabarkan dan melalui rekaman ponsel via handphone nya. Bahwa ada pihak yang mengaku dari pihak PT HPI menghubunginya untuk menyetop aktivitas dirinya dilahan tersebut.

"Melalui hubungan via hanphonenya saat mereka yang katanya dari pihak PT HPI menyebutkan bahwa lahan itu berada diatas IUP mereka. Dan saya katakan saya mengelola lahan ini ada dasarnya", Kata LM pihak yang mengelola lahan berdasarkan surat kuasa dari pihak pemilik lahan.

Sementara dari pihak PT HPI menyikapi hal tersebut pihaknya akan meninjau kembali mengenai lahan tersebut.

Kegiatan rapat dengar pendapat terbuka di Balai Desa Jangkar Asam juga dihadiri perwakilan Kecamatan Gantung, Kades Jangkar Asam, BPD, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Kadus, Pol PP, Polres Beltim diwakili, Polsek Gantung diwakili, Masyarakat, pihak PT Timah diwakili dan pihak PT HPI diwakili. (Marsidi).

Tag : #Beltim#Jangkar Asam